Spiritual Gus Kholiq, Obati Luka Batin Pasien Rehabilitasi Narkoba

SIDOARJO — Di tengah meningkatnya kasus penyalahgunaan narkoba yang masih menjadi ancaman serius bagi generasi muda, Yayasan Pondok Pesantren (YPP) Al Kholliqi di Kabupaten Sidoarjo tampil sebagai tempat pemulihan yang memberikan harapan baru bagi para pecandu.

Lembaga yang dipimpin oleh H. Abdul Kholiq, atau yang akrab disapa Gus Kholiq, ini menjalankan program rehabilitasi dengan menggabungkan pendekatan spiritual, tradisional, dan medis. Program tersebut tidak hanya berfokus pada penyembuhan fisik, tetapi juga pada pemulihan mental dan keimanan para pasien.

Setiap hari, para peserta rehabilitasi mengikuti berbagai kegiatan pembinaan yang dilaksanakan di dua lokasi yayasan, yakni Desa Kedungrejo, Kecamatan Waru, dan Desa Kajeksan, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo. Rutinitas mereka meliputi ibadah berjamaah, dzikir, doa bersama, pengobatan tradisional, serta pendampingan medis yang dilakukan secara teratur.

Menurut Gus Kholiq, aspek spiritual menjadi pondasi penting dalam proses penyembuhan. Ia menegaskan bahwa pemulihan sejati tidak hanya diukur dari hilangnya ketergantungan, melainkan juga dari tumbuhnya kembali kesadaran dan semangat hidup.

“Kami memulihkan dengan kasih dan doa. Tujuan kami bukan hanya menghilangkan ketergantungan, tapi menumbuhkan kembali semangat hidup mereka agar sadar bahwa hidup masih bisa diperbaiki,” ujar Gus Kholiq saat memberikan arahan kepada para pasien rehabilitasi, Minggu (26/10/2025).

Lebih lanjut, Gus Kholiq menilai bahwa terapi medis saja tidak cukup untuk memulihkan pecandu. Sentuhan keagamaan dan lingkungan yang mendukung diperlukan agar mereka benar-benar mampu melepaskan diri dari jeratan zat adiktif dan menemukan ketenangan bathin.

“Mereka bukan pelaku kejahatan, tetapi korban yang harus dibantu. Dengan pendekatan keagamaan dan kasih sayang, insyaallah mereka bisa pulih dan kembali diterima oleh masyarakat,” tambahnya.

Program rehabilitasi yang dijalankan YPP Al Kholliqi menjadi wujud nyata partisipasi pesantren dalam mendukung upaya pemerintah menekan angka penyalahgunaan narkoba. Pendekatan yang menggabungkan nilai-nilai religius dengan perawatan medis telah membantu banyak pasien menemukan kembali arah hidup mereka.

Keberadaan YPP Al Kholliqi membuktikan bahwa perjuangan melawan narkoba tidak hanya bergantung pada penegakan hukum. Upaya pemulihan dengan kasih sayang, doa, dan bimbingan spiritual justru menjadi jalan yang efektif untuk mengembalikan jati diri dan harapan bagi mereka yang ingin hidup bersih tanpa narkoba.