
Sidoarjo – Dalam upaya menjaga kualitas layanan rehabilitasi, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sidoarjo melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) di Yayasan Pondok Pesantren (YPP) Al Kholiqi Rehabilitasi Sosial Pecandu Narkoba, Kecamatan Waru, pada Selasa (7/4/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah pengawasan rutin guna memastikan bahwa seluruh lembaga rehabilitasi tetap memenuhi standar yang telah ditetapkan. Selain itu, monev juga menjadi bentuk kesiapan lembaga dalam menghadapi evaluasi lanjutan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) pusat.
Dalam pelaksanaannya, tim rehabilitasi BNNK Sidoarjo yang dipimpin oleh Ketua Tim Rehabilitasi, Abd. Muklis Jamil Susilo, melakukan peninjauan secara menyeluruh terhadap berbagai aspek penting. Mulai dari legalitas lembaga, kelengkapan administrasi, hingga kondisi sarana dan prasarana yang menunjang proses rehabilitasi bagi klien.
Direktur YPP Al Kholiqi, Sayyid Abdullah, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momen penting untuk melakukan pengecekan dan pembenahan secara menyeluruh.
“Kami memastikan seluruh dokumen legalitas tetap aktif dan sesuai ketentuan. Selain itu, fasilitas juga terus kami tingkatkan agar memenuhi standar pelayanan rehabilitasi yang baik, sebagai persiapan menghadapi evaluasi dari BNN pusat,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil monitoring sebelumnya oleh BNN Provinsi Jawa Timur, yang menekankan pentingnya kerapian administrasi serta optimalisasi proses asesmen klien melalui Tim Asesmen Terpadu (TAT).
Sebagai bentuk keseriusan dalam meningkatkan mutu layanan, pihak yayasan terus melakukan pembenahan di berbagai lini, baik dari sisi manajemen maupun kualitas pelayanan kepada klien. Hal ini bertujuan agar proses rehabilitasi berjalan lebih efektif, terarah, dan berkesinambungan.
Sementara itu, Abd. Muklis Jamil Susilo menegaskan bahwa tertib administrasi menjadi salah satu indikator utama dalam menilai kelayakan sebuah lembaga rehabilitasi.
“Dokumen legalitas harus selalu diperbarui secara berkala. Ini penting bukan hanya sebagai bentuk kepatuhan, tetapi juga untuk menjamin kualitas layanan kepada klien tetap terjaga,” tegasnya.
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, BNNK Sidoarjo berharap seluruh lembaga rehabilitasi di wilayahnya dapat terus meningkatkan standar pelayanan, baik dari segi fasilitas maupun tata kelola administrasi, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata dalam upaya penanggulangan penyalahgunaan narkotika di tengah masyarakat.